Laporan Hasil Wawancara

Laporan Hasil Wawancara Cara Membuat dan Contoh Lengkap

JAKARTA, adminca.sch.id – Laporan hasil wawancara merupakan dokumen penting yang digunakan untuk merekam dan menyampaikan informasi dari sebuah sesi tanya jawab. Kemampuan menyusun laporan ini sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang mulai dari pendidikan, penelitian, jurnalistik, hingga dunia kerja profesional.

Setiap orang yang pernah melakukan wawancara pasti membutuhkan cara untuk mendokumentasikan hasilnya dengan baik. Tanpa laporan yang terstruktur, informasi berharga dari narasumber bisa hilang atau sulit dipahami oleh pembaca. Pemahaman mendalam tentang cara menyusun laporan hasil wawancara akan membantu menghasilkan dokumen yang kredibel dan mudah dimengerti.

Memahami Arti Laporan Hasil Wawancara

Laporan Hasil Wawancara

Sebelum mempelajari cara membuatnya, penting untuk mengenal definisi dan konsep dasar dokumen ini.

Laporan hasil wawancara adalah dokumen tertulis yang berisi ringkasan, analisis, dan interpretasi dari percakapan atau sesi tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Dokumen ini menjadi catatan resmi yang merekam seluruh informasi penting yang diperoleh selama proses wawancara berlangsung.

Dalam konteks akademik, laporan hasil wawancara sering digunakan sebagai tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia di berbagai jenjang pendidikan. Siswa diminta melakukan wawancara dengan narasumber tertentu kemudian menyusun hasilnya dalam bentuk laporan yang sistematis.

Bagi dunia penelitian, laporan hasil wawancara menjadi komponen krusial dalam pengumpulan data kualitatif. Peneliti menggunakan wawancara untuk mendapatkan pandangan mendalam tentang topik yang diteliti. Hasil tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan insight yang mungkin tidak terlihat dari data kuantitatif.

Dalam bidang jurnalistik, laporan hasil wawancara membantu wartawan menghadirkan sudut pandang personal atau perspektif seseorang mengenai suatu peristiwa. Wawancara dengan narasumber yang memiliki pengetahuan atau pengalaman tertentu dapat menambah kedalaman dan memperkaya informasi dalam berita yang sedang dibahas.

Tujuan Penyusunan Laporan Hasil Wawancara

Memahami tujuan pembuatan laporan akan membantu penulis fokus pada hal-hal yang penting.

  • Menyajikan Data Secara Terstruktur: Informasi dari narasumber yang masih acak dapat disusun secara runtut dan sistematis agar lebih mudah dipahami pembaca.
  • Menjadi Bukti dan Dokumentasi: Laporan berfungsi sebagai bukti bahwa proses wawancara benar-benar dilakukan dengan narasumber yang jelas identitasnya.
  • Meningkatkan Kredibilitas Penelitian: Data yang didokumentasikan dengan baik menunjukkan bahwa informasi berasal dari sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menjadi Referensi Pihak Lain: Laporan hasil wawancara bisa dijadikan rujukan bagi peneliti lain, dosen pembimbing, atau pihak yang membutuhkan informasi serupa.
  • Memudahkan Pengambilan Keputusan: Dalam konteks bisnis, informasi yang tersusun rapi membantu pengambil keputusan dalam merumuskan strategi atau tindakan.
  • Memenuhi Persyaratan Akademik: Bagi pelajar dan mahasiswa, laporan ini menjadi bukti penyelesaian tugas yang diberikan oleh pengajar atau dosen.

Struktur dan Format Laporan Hasil Wawancara

Format yang tepat menjadi kunci agar laporan mudah dibaca dan dipahami.

Halaman Sampul atau Cover

Bagian awal laporan hasil wawancara memuat judul yang mencerminkan isi wawancara, nama penulis atau tim pewawancara, identitas institusi seperti nama sekolah atau universitas, serta tahun pembuatan. Cover yang baik memberikan kesan profesional pada dokumen.

Kata Pengantar

Kata pengantar berisi ucapan syukur dan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses wawancara. Bagian ini juga menyampaikan secara singkat mengenai alasan atau tujuan dilakukannya wawancara. Pada akhir paragraf, kata pengantar umumnya ditandatangani oleh penulis.

Daftar Isi

Bagian ini memuat seluruh isi laporan beserta nomor halamannya. Daftar isi memudahkan pembaca untuk menavigasi dan menemukan bagian tertentu yang ingin dibaca.

BAB Pendahuluan

Pendahuluan terdiri dari beberapa subbab yaitu latar belakang, maksud dan tujuan, topik wawancara, waktu dan tempat pelaksanaan, serta data narasumber. Pada dasarnya, bab ini memuat alasan diadakannya wawancara dan detail teknis pelaksanaannya.

BAB Pembahasan atau Isi

Bab pembahasan merupakan bagian utama dalam laporan hasil wawancara. Isinya dapat dipecah ke dalam subbab sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan atau tema yang dibahas. Di sinilah seluruh hasil tanya jawab dipaparkan secara detail.

BAB Penutup

Bagian penutup memuat kesimpulan yang merangkum poin-poin penting wawancara dan saran atau rekomendasi jika diperlukan. Kesimpulan harus dikaitkan dengan tujuan wawancara yang sudah dijelaskan di awal.

Langkah Membuat Laporan Hasil Wawancara yang Baik

Proses penyusunan laporan membutuhkan tahapan yang sistematis.

  • Siapkan Jadwal Wawancara: Buat jadwal yang jelas untuk semua target narasumber sehingga informasi yang dibutuhkan bisa didapatkan sesuai target waktu yang ditentukan.
  • Persiapkan Peralatan: Pastikan komputer atau laptop, recorder untuk merekam wawancara, kertas dan pulpen, serta perangkat pendukung lainnya dalam kondisi siap digunakan.
  • Periksa Kelengkapan Data: Sebelum menulis laporan, cek apakah semua data yang diperlukan sudah lengkap. Jika ada yang kurang, lengkapi terlebih dahulu.
  • Susun Kerangka Laporan: Buat outline atau kerangka laporan hasil wawancara sebelum mulai menulis agar struktur dokumen lebih terorganisir.
  • Tulis dengan Bahasa yang Baik: Gunakan kalimat yang efektif, mudah dipahami, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar.
  • Simpan Data dengan Aman: Pastikan hasil rekaman dan catatan wawancara tersimpan di tempat yang aman untuk memudahkan proses penulisan.
  • Lakukan Pengecekan Akhir: Setelah selesai menulis, baca ulang laporan untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan atau informasi yang terlewat.

Menulis Latar Belakang dalam Laporan Hasil Wawancara

Latar belakang menjadi fondasi yang menjelaskan alasan dilakukannya wawancara.

Bagian latar belakang berisi informasi tentang penyebab atau alasan yang mendorong penulis melakukan wawancara. Penulis harus menjelaskan konteks yang melatarbelakangi pelaksanaan wawancara tersebut dengan jelas dan logis.

Jelaskan alasan di balik pemilihan subjek atau topik wawancara. Mengapa topik tersebut penting untuk dibahas dan mengapa narasumber yang dipilih dianggap tepat untuk memberikan informasi tentang topik tersebut.

Contoh penulisan latar belakang untuk tugas sekolah bisa seperti berikut: Kami siswa kelas 8 SMP mendapatkan tugas untuk melakukan wawancara tentang profesi pengajar di era digital. Wawancara ini dilakukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus menambah wawasan tentang tantangan profesi pendidik saat ini.

Untuk konteks penelitian, latar belakang bisa ditulis lebih mendalam dengan menyertakan permasalahan yang ingin dijawab melalui wawancara tersebut. Misalnya mengenai dampak perubahan kebijakan terhadap suatu kelompok masyarakat.

Menyusun Maksud dan Tujuan Wawancara

Tujuan yang jelas akan mengarahkan seluruh proses wawancara dan penulisan laporan.

Bagian maksud dan tujuan menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui wawancara tersebut. Tujuan harus spesifik dan dapat diukur sehingga pembaca memahami arah dari laporan hasil wawancara yang disusun.

Tujuan wawancara bisa berupa keinginan untuk mengetahui pendapat narasumber tentang suatu isu, mengumpulkan data primer untuk penelitian, mengidentifikasi masalah tertentu, atau menggali pengalaman seseorang dalam bidang tertentu.

Contoh penulisan tujuan yang baik: Tujuan wawancara ini adalah mengetahui pandangan pengajar terhadap penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar di sekolah. Melalui wawancara ini, kami ingin memahami tantangan dan peluang yang dihadapi pengajar dalam mengadopsi teknologi pendidikan.

Tujuan yang ditulis dengan jelas akan membantu penulis tetap fokus saat menyusun pertanyaan wawancara dan saat menulis laporan hasil wawancara nantinya.

Mencantumkan Identitas Narasumber dengan Lengkap

Data narasumber menjadi bukti validitas dan kredibilitas informasi dalam laporan.

  • Nama Lengkap: Tuliskan nama lengkap narasumber beserta gelar jika ada, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam consent form atau izin wawancara.
  • Jabatan atau Profesi: Cantumkan jabatan atau profesi narasumber yang relevan dengan topik wawancara yang dibahas.
  • Bidang Keahlian: Jelaskan mengapa narasumber dianggap kompeten untuk memberikan informasi tentang topik tersebut berdasarkan keahlian atau pengalamannya.
  • Instansi atau Lembaga: Sebutkan instansi, lembaga, atau organisasi tempat narasumber bekerja atau beraktivitas.
  • Kontak: Jika diperlukan dan diizinkan, cantumkan informasi kontak narasumber untuk keperluan verifikasi data.

Contoh penulisan identitas narasumber: Nama narasumber adalah Ibu Rina Wulandari, S.Pd. dengan jabatan sebagai Pengajar Bahasa Indonesia di SMP Harapan Bangsa. Beliau memiliki pengalaman mengajar selama 15 tahun dan aktif menggunakan media digital dalam pembelajaran.

Menuliskan Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Informasi waktu dan tempat memperkuat dokumentasi proses wawancara.

Bagian ini harus mencantumkan secara lengkap kapan dan di mana wawancara dilakukan. Informasi yang perlu dicantumkan meliputi hari, tanggal, jam mulai dan selesai, serta lokasi pelaksanaan wawancara.

Jelaskan juga metode wawancara yang digunakan apakah dilakukan secara tatap muka langsung atau melalui media daring seperti video call. Sebutkan pula durasi wawancara berlangsung dan alat yang digunakan untuk merekam.

Contoh penulisan yang baik: Wawancara ini dilakukan pada hari Senin, 15 Januari 2025, pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di Ruang Pengajar SMP Harapan Bangsa. Wawancara berlangsung selama kurang lebih 60 menit dan dilakukan secara tatap muka langsung.

Untuk wawancara daring, bisa ditulis: Wawancara dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada hari Rabu, 20 Januari 2025, pukul 14.00 hingga 15.30 WIB. Sesi wawancara direkam dengan izin narasumber untuk keperluan dokumentasi.

Format Penyajian Isi Laporan Hasil Wawancara

Ada beberapa format yang bisa dipilih untuk menyajikan hasil wawancara.

Format Tanya Jawab atau Transkrip

Format ini menyajikan hasil wawancara dalam bentuk dialog antara pewawancara dan narasumber. Setiap pertanyaan dan jawaban dituliskan secara lengkap dan berurutan sesuai alur wawancara yang sebenarnya terjadi.

Format tanya jawab cocok digunakan ketika narasumber memberikan banyak pernyataan menarik yang perlu dikutip langsung. Kelebihan format ini adalah pembaca bisa merasakan suasana wawancara yang sebenarnya.

Format Narasi atau Deskripsi

Format narasi mengolah informasi dari wawancara menjadi bentuk paragraf deskriptif. Penulis merangkum dan menceritakan kembali hasil wawancara dengan bahasa sendiri tanpa menggunakan format tanya jawab.

Pendekatan narasi cocok digunakan ketika narasumber tidak begitu responsif dalam memberikan jawaban atau ketika pernyataan yang menarik terbatas. Jika ingin mengutip langsung pernyataan narasumber, gunakan tanda petik untuk membedakan.

Format Campuran

Format ini menggabungkan narasi dengan kutipan langsung dari narasumber. Penulis menceritakan hasil wawancara dalam bentuk paragraf namun menyisipkan kutipan penting dari narasumber untuk memperkuat informasi.

Tips Menulis Laporan Hasil Wawancara yang Efektif

Beberapa tips berikut akan membantu menghasilkan laporan yang berkualitas.

  • Fokus pada Tujuan: Selalu merujuk pada tujuan wawancara saat menulis agar laporan tetap relevan dan tidak melebar ke topik lain.
  • Gunakan Bahasa Formal: Pilih kalimat yang efektif dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku untuk menjaga profesionalisme dokumen.
  • Hindari Opini Pribadi: Sajikan informasi sesuai dengan apa yang disampaikan narasumber tanpa menambahkan opini atau interpretasi berlebihan.
  • Periksa Akurasi Data: Pastikan semua informasi yang dituliskan sesuai dengan rekaman atau catatan wawancara yang sebenarnya.
  • Jaga Kerahasiaan: Hormati privasi narasumber dengan tidak mencantumkan informasi sensitif yang tidak diizinkan untuk dipublikasikan.
  • Buat Ringkas namun Lengkap: Sampaikan informasi secara padat tanpa mengurangi poin-poin penting yang perlu diketahui pembaca.

Menyusun Kesimpulan Laporan Hasil Wawancara

Kesimpulan merangkum seluruh hasil wawancara secara singkat dan padat.

Kesimpulan adalah ringkasan umum tentang hal-hal yang telah didapatkan melalui wawancara. Bagian ini harus dikaitkan dengan tujuan wawancara yang sudah dijelaskan di bagian pendahuluan laporan hasil wawancara.

Penulis harus merangkum poin-poin penting yang diperoleh dari narasumber. Kesimpulan yang baik mencakup keseluruhan topik tanpa mengurangi informasi penting yang menjadi inti dari wawancara tersebut.

Contoh penulisan kesimpulan: Dari wawancara dengan Ibu Rina Wulandari dapat disimpulkan bahwa teknologi memiliki dampak positif terhadap minat belajar siswa. Namun penggunaannya harus tetap terkontrol dan diarahkan dengan baik oleh pengajar agar tidak menimbulkan efek negatif.

Selain kesimpulan, penulis juga bisa menambahkan saran atau rekomendasi ke dalam laporan. Saran ini bisa bersifat praktis maupun strategis tergantung dengan konteks wawancara dan tujuannya.

Kesalahan Umum dalam Membuat Laporan Hasil Wawancara

Menghindari kesalahan umum akan meningkatkan kualitas laporan.

  • Tidak Mencantumkan Sumber: Lupa menuliskan identitas narasumber secara lengkap sehingga kredibilitas informasi menjadi diragukan.
  • Struktur Tidak Sistematis: Menyajikan informasi secara acak tanpa mengikuti format laporan hasil wawancara yang baku.
  • Terlalu Banyak Opini: Menambahkan terlalu banyak pendapat pribadi sehingga mengaburkan informasi asli dari narasumber.
  • Data Tidak Akurat: Salah menuliskan informasi karena tidak mengecek kembali rekaman atau catatan wawancara.
  • Bahasa Tidak Baku: Menggunakan bahasa sehari-hari atau tidak formal yang mengurangi profesionalisme dokumen.
  • Tidak Ada Kesimpulan: Mengakhiri laporan tanpa memberikan rangkuman atau kesimpulan dari hasil wawancara.

Manfaat Membuat Laporan Hasil Wawancara yang Baik

Laporan yang tersusun dengan baik memberikan banyak keuntungan.

Laporan hasil wawancara yang berkualitas mempermudah proses analisis data karena struktur yang jelas memungkinkan data dianalisis dengan lebih cepat dan akurat. Pembaca tidak perlu kesulitan mencari informasi yang dibutuhkan.

Dokumen yang rapi dan terstruktur menunjukkan kualitas kerja yang baik dan profesional. Hal ini penting terutama dalam konteks akademik atau pekerjaan di mana profesionalisme sangat dihargai.

Informasi yang tersusun dengan baik memudahkan pengambil keputusan dalam mengambil tindakan berdasarkan data yang valid. Laporan hasil wawancara bisa menjadi dasar untuk penelitian lanjutan, laporan resmi, atau kebijakan tertentu.

Dengan format yang benar, laporan akan lebih akurat dan kredibel sehingga dapat digunakan sebagai referensi yang terpercaya oleh pihak lain yang membutuhkan informasi serupa.

Kesimpulan

Laporan hasil wawancara merupakan dokumen penting yang berfungsi merekam dan menyajikan informasi dari proses tanya jawab antara pewawancara dan narasumber secara sistematis. Struktur laporan yang baik terdiri dari halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, bab pendahuluan yang memuat latar belakang dan tujuan, bab pembahasan yang berisi hasil wawancara, serta bab penutup yang memuat kesimpulan dan saran. Proses penyusunan laporan hasil wawancara membutuhkan persiapan matang mulai dari menjadwalkan wawancara, menyiapkan peralatan, memeriksa kelengkapan data, hingga menulis dengan bahasa yang baik dan benar. Format penyajian bisa berupa transkrip tanya jawab, narasi deskriptif, atau kombinasi keduanya tergantung kebutuhan. Dengan memahami cara membuat laporan hasil wawancara yang tepat, setiap orang dapat menghasilkan dokumen yang kredibel, terstruktur, dan bermanfaat bagi berbagai keperluan akademik maupun profesional.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang:  Pengetahuan

Baca juga artikel lainnya: Penyusutan Arsip: Pengertian, Jenis, dan Cara Pelaksanaan

Berikut Website Resmi Kami: inca berita

Author