JAKARTA, adminca.sch.id – Jurnalisme data telah mengubah cara media massa memproduksi dan menyajikan berita kepada publik. Pendekatan ini menggabungkan keterampilan jurnalistik tradisional dengan kemampuan mengolah dan memvisualisasikan data untuk menghasilkan laporan yang lebih akurat, mendalam, dan mudah dipahami pembaca.
Di era informasi digital, ketersediaan data dalam jumlah besar membuka peluang bagi jurnalis untuk menggali cerita yang sebelumnya sulit diungkap. Pemahaman tentang jurnalisme data menjadi kompetensi penting bagi praktisi media dan mahasiswa komunikasi yang ingin berkarir di bidang jurnalistik modern.
Pengertian Jurnalisme Data dalam Ilmu Komunikasi

Jurnalisme data merupakan praktik jurnalistik yang menggunakan data sebagai sumber utama dalam proses pencarian, pengolahan, dan penyajian berita. Pendekatan ini mengandalkan kumpulan data numerik atau statistik untuk menemukan pola, tren, dan fakta yang layak diberitakan kepada publik.
Menurut Paul Bradshaw, akademisi dan praktisi jurnalisme digital dari Birmingham City University, jurnalisme data dapat didefinisikan sebagai proses yang mencakup pengumpulan, pembersihan, pengorganisasian, dan penyajian data untuk menghasilkan cerita jurnalistik. Definisi ini menekankan bahwa data bukan sekadar pelengkap melainkan menjadi fondasi utama dalam membangun narasi berita.
Konsep jurnalisme data sebenarnya bukan hal baru dalam dunia media. Praktik Computer Assisted Reporting atau CAR telah dikenal sejak tahun 1960-an di Amerika Serikat. Namun, istilah jurnalisme data semakin populer pada dekade 2010-an seiring dengan ledakan big data dan kemajuan teknologi pengolahan informasi digital.
Dalam konteks administrasi media, jurnalisme data memerlukan infrastruktur dan sumber daya khusus yang berbeda dari newsroom tradisional. Redaksi perlu menyediakan perangkat lunak pengolah data, membangun tim dengan keahlian statistik dan pemrograman, serta mengembangkan alur kerja yang mengakomodasi proses verifikasi data yang lebih kompleks.
Perbedaan Jurnalisme Data dengan Jurnalisme Konvensional
Praktik jurnalisme data memiliki karakteristik yang membedakannya dari jurnalisme konvensional atau tradisional. Pemahaman tentang perbedaan ini penting bagi pengelola media dalam menentukan pendekatan yang tepat untuk setiap jenis liputan.
Berikut perbedaan utama jurnalisme data dengan jurnalisme konvensional:
- Sumber informasi utama berasal dari dataset dan basis data bukan hanya wawancara narasumber
- Proses verifikasi menggunakan metode statistik dan cross check dengan dataset lain
- Penyajian berita memanfaatkan visualisasi interaktif seperti grafik, peta, dan infografis
- Waktu produksi cenderung lebih panjang karena memerlukan proses pengolahan data
- Keahlian yang dibutuhkan mencakup statistik, pemrograman, dan desain visualisasi
- Jangkauan liputan dapat mencakup data dalam skala besar yang sulit dijangkau secara manual
- Transparansi lebih tinggi karena metodologi dan dataset dapat dibagikan kepada publik
- Kolaborasi antar disiplin ilmu menjadi lebih intensif dalam proses produksi
Meskipun berbeda, kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam praktik jurnalistik modern. Banyak media menggabungkan elemen jurnalisme data dengan reportase tradisional untuk menghasilkan liputan yang komprehensif.
Proses Kerja dalam Produksi Berita Berbasis Data
Produksi berita berbasis jurnalisme data mengikuti alur kerja yang sistematis dan terstruktur. Setiap tahapan memerlukan ketelitian untuk memastikan akurasi dan validitas informasi yang disajikan kepada publik.
Berikut tahapan proses kerja dalam jurnalisme data:
- Identifikasi isu atau pertanyaan yang ingin dijawab melalui pendekatan data
- Pencarian dan pengumpulan data dari berbagai sumber yang kredibel
- Pembersihan data untuk menghilangkan kesalahan, duplikasi, dan inkonsistensi
- Eksplorasi data untuk menemukan pola, tren, atau anomali yang menarik
- Verifikasi temuan dengan melakukan cross check dan konsultasi dengan pakar
- Penulisan narasi berita yang menjelaskan konteks dan makna dari temuan data
- Pembuatan visualisasi yang membantu pembaca memahami informasi kompleks
- Review editorial untuk memastikan akurasi dan kelayakan publikasi
- Publikasi berita beserta metodologi dan akses terhadap dataset
- Evaluasi dampak dan respons publik terhadap liputan yang dipublikasikan
Setiap tahapan memerlukan dokumentasi yang baik untuk menjaga transparansi dan memungkinkan verifikasi oleh pihak eksternal.
Sumber Data yang Digunakan dalam Praktik Jurnalisme Data
Keberhasilan jurnalisme data sangat bergantung pada ketersediaan dan kualitas sumber data yang digunakan. Jurnalis perlu memahami berbagai jenis sumber data dan cara mengaksesnya secara legal dan etis.
Berikut sumber data yang umum digunakan dalam jurnalisme data:
- Data pemerintah yang dipublikasikan melalui portal open data atau permohonan informasi publik
- Laporan keuangan perusahaan yang tersedia di Bursa Efek Indonesia atau OJK
- Data sensus dan survei dari Badan Pusat Statistik
- Dokumen pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui LPSE
- Data geospasial dari Badan Informasi Geospasial atau platform pemetaan
- Dataset dari organisasi internasional seperti World Bank, WHO, atau UN
- Data media sosial yang dikumpulkan melalui API resmi platform
- Hasil riset akademik yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah
- Dokumen hukum seperti putusan pengadilan dan peraturan perundangan
- Data yang dikumpulkan sendiri melalui survei atau crowdsourcing
Di Indonesia, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menjadi landasan hukum bagi jurnalis untuk mengakses data dari lembaga pemerintah.
Perangkat dan Teknologi Pendukung Jurnalisme Data
Praktik jurnalisme data memerlukan penguasaan berbagai perangkat lunak dan teknologi untuk mengolah dan menyajikan informasi secara efektif. Pemilihan tools yang tepat disesuaikan dengan kompleksitas data dan kebutuhan visualisasi.
Berikut perangkat untuk pengolahan data:
- Microsoft Excel atau Google Sheets untuk pengolahan data sederhana dan pivot table
- OpenRefine untuk membersihkan dan mentransformasi data mentah
- Python dengan library Pandas untuk pengolahan data dalam skala besar
- R Programming untuk pengolahan statistik dan pemodelan data
- SQL untuk mengakses dan mengolah data dalam basis data relasional
- SPSS atau Stata untuk pengolahan data survei dan penelitian sosial
Berikut perangkat untuk visualisasi data:
- Tableau Public untuk membuat visualisasi interaktif tanpa coding
- Datawrapper untuk membuat grafik dan peta yang responsif
- Flourish untuk visualisasi data dengan template yang menarik
- D3.js untuk membuat visualisasi kustom berbasis JavaScript
- QGIS untuk membuat peta tematik dan visualisasi geospasial
- Infogram untuk membuat infografis yang mudah dibagikan
Penguasaan minimal satu tools dari setiap kategori sudah cukup untuk memulai praktik jurnalisme data tingkat dasar.
Kompetensi yang Dibutuhkan Praktisi Jurnalisme Data
Praktisi jurnalisme data memerlukan kombinasi keahlian dari berbagai disiplin ilmu untuk menjalankan tugasnya secara efektif. Kompetensi ini dapat dikembangkan melalui pendidikan formal maupun pelatihan mandiri.
Berikut kompetensi yang dibutuhkan praktisi jurnalisme data:
- Kemampuan jurnalistik dasar seperti menulis berita, wawancara, dan verifikasi fakta
- Literasi data untuk memahami dan menginterpretasikan informasi statistik
- Kemampuan mengoperasikan spreadsheet untuk pengolahan data dasar
- Pengetahuan dasar pemrograman terutama Python atau R
- Kemampuan membuat visualisasi data yang informatif dan menarik
- Pemahaman tentang metodologi penelitian dan sampling statistik
- Pengetahuan tentang regulasi keterbukaan informasi dan privasi data
- Kemampuan berpikir kritis untuk mengevaluasi kualitas dan bias data
- Keterampilan komunikasi untuk menjelaskan temuan kompleks secara sederhana
- Kemampuan berkolaborasi dengan profesional dari disiplin ilmu berbeda
Tidak semua kompetensi harus dikuasai oleh satu orang. Banyak redaksi membentuk tim dengan spesialisasi berbeda yang saling melengkapi.
Etika dan Standar dalam Praktik Jurnalisme Data
Praktik jurnalisme data terikat pada prinsip etika jurnalistik yang sama dengan jurnalisme konvensional, ditambah pertimbangan khusus terkait penggunaan data. Kepatuhan terhadap standar etika menjaga kredibilitas media dan melindungi kepentingan publik.
Berikut prinsip etika dalam jurnalisme data:
- Akurasi dengan memastikan data yang digunakan valid dan proses pengolahan benar
- Transparansi dengan membagikan metodologi dan memberikan akses terhadap dataset
- Konteks dengan menyertakan informasi yang membantu pembaca memahami keterbatasan data
- Privasi dengan melindungi identitas individu dalam dataset yang bersifat sensitif
- Proporsionalitas dengan menyajikan data secara seimbang tanpa manipulasi visual
- Independensi dengan menghindari pengaruh kepentingan tertentu dalam interpretasi data
- Akuntabilitas dengan bersedia mengoreksi kesalahan dan menerima kritik publik
- Minimalisasi bahaya dengan mempertimbangkan dampak publikasi terhadap pihak terkait
Dewan Pers Indonesia telah mengakomodasi perkembangan jurnalisme digital termasuk praktik jurnalisme data dalam pedoman pemberitaan media siber.
Contoh Penerapan JurnalismeData di Media Indonesia
Berbagai media di Indonesia telah mengadopsi praktik jurnalisme data dalam produksi berita mereka. Contoh penerapan ini memberikan gambaran konkret tentang potensi pendekatan data dalam menghasilkan liputan yang berdampak.
Berikut contoh penerapan jurnalisme data di media Indonesia:
- Kompas meluncurkan kanal Kompas Data yang menyajikan visualisasi interaktif tentang berbagai isu
- Tirto.id konsisten memproduksi artikel dengan dukungan data dan infografis berkualitas
- Tempo membuat investigasi berbasis data tentang aliran dana dan kepemilikan perusahaan
- Katadata menyajikan berita ekonomi dengan visualisasi data yang komprehensif
- Lokadata mengkhususkan diri pada jurnalismedata dengan fokus isu sosial dan politik
- Beritagar pernah memproduksi liputan berbasis data sebelum merger dengan media lain
- CNN Indonesia menyajikan visualisasi data untuk liputan pemilu dan isu nasional
- Narasi menggunakan pendekatan data untuk mendukung liputan investigasi mendalam
Contoh sukses ini menunjukkan bahwa jurnalismedata dapat diterapkan untuk berbagai jenis liputan mulai dari berita harian hingga investigasi jangka panjang.
Tantangan Implementasi Jurnalisme Data di Newsroom
Meskipun menawarkan banyak keunggulan, implementasi jurnalisme data di newsroom menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi. Pemahaman tentang hambatan ini membantu pengelola media menyusun strategi yang realistis.
Berikut tantangan implementasi jurnalisme data:
- Keterbatasan sumber daya manusia dengan keahlian data di industri media
- Investasi teknologi yang cukup besar untuk perangkat lunak dan infrastruktur
- Waktu produksi yang lebih lama tidak selalu sesuai dengan ritme newsroom
- Kualitas data publik di Indonesia yang masih belum konsisten dan lengkap
- Resistensi dari jurnalis senior yang terbiasa dengan metode konvensional
- Model bisnis yang belum jelas untuk mendukung investasi jurnalisme data
Berikut solusi untuk mengatasi tantangan tersebut:
- Investasi pada pelatihan dan pengembangan kapasitas jurnalis existing
- Memanfaatkan tools gratis dan open source untuk menekan biaya teknologi
- Mengintegrasikan jurnalisme data dalam workflow reguler secara bertahap
- Membangun jaringan dengan komunitas data untuk berbagi sumber data
- Mendemonstrasikan nilai tambah jurnalisme data melalui proyek percontohan
- Mencari pendanaan alternatif seperti hibah untuk proyek jurnalisme data
Prospek Karir di Bidang JurnalismeData
Bidang jurnalisme data menawarkan prospek karir yang menjanjikan seiring dengan transformasi digital industri media. Permintaan tenaga profesional dengan keahlian data terus meningkat di berbagai organisasi media dan non media.
Berikut prospek karir di bidang jurnalisme data:
- Data Journalist yang memproduksi berita berbasis data di media massa
- Data Editor yang mengelola tim dan proyek jurnalismedata di newsroom
- Visual Journalist yang membuat visualisasi dan infografis untuk mendukung berita
- News Developer yang membangun aplikasi dan tools untuk produksi berita
- Fact Checker yang memverifikasi klaim dan informasi menggunakan pendekatan data
- Research Analyst di lembaga riset atau organisasi non pemerintah
- Data Storyteller di perusahaan atau agensi komunikasi
- Trainer yang mengajarkan keterampilan jurnalismedata
Berikut kisaran gaji profesi terkait jurnalisme data di Indonesia:
- Data journalist pemula mendapat gaji sekitar 6 hingga 10 juta rupiah per bulan
- Data journalist berpengalaman mendapat gaji sekitar 12 hingga 18 juta rupiah per bulan
- Data editor atau manager mendapat gaji sekitar 20 hingga 35 juta rupiah per bulan
Kesimpulan
Jurnalisme data merupakan pendekatan modern dalam produksi berita yang menggunakan data sebagai sumber utama untuk menemukan dan menyajikan informasi kepada publik. Praktik ini menggabungkan keterampilan jurnalistik tradisional dengan kemampuan mengolah data menggunakan perangkat seperti Excel, Python, Tableau, dan berbagai tools visualisasi lainnya.
Proses kerja jurnalismedata mencakup tahapan pengumpulan, pembersihan, eksplorasi, verifikasi, penulisan, visualisasi, dan publikasi yang memerlukan ketelitian tinggi. Praktisi di bidang ini membutuhkan kompetensi gabungan dari jurnalistik, statistik, pemrograman, dan desain visualisasi yang dapat dikembangkan melalui pelatihan.
Prospek karir di bidang jurnalisme data sangat menjanjikan dengan kisaran gaji mulai dari 6 juta rupiah untuk pemula hingga 35 juta rupiah per bulan untuk posisi manajerial. Berbagai media Indonesia seperti Kompas, Tirto, Tempo, dan Katadata telah menerapkan jurnalismedata dalam produksi berita mereka sebagai respons terhadap transformasi digital industri media.
Telusuri Artikel Bertema: Pengetahuan
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Admin Regional: Tugas dan Jenjang Karir Lengkap



