JAKARTA, adminca.sch.id – Penghitungan THR adalah hal yang penting dan selalu ditunggu-tunggu setiap menjelang hari raya. Baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak pasti berharap tunjangan hari raya ini diberikan secara adil dan sesuai aturan. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara menghitung THR yang benar, siapa saja yang berhak menerima, dan kesalahan umum yang sering terjadi saat penghitungan.
Apa Itu THR dan Siapa yang Berhak Menerimanya?

THR atau Tunjangan Hari Raya adalah hak yang diberikan kepada pekerja/buruh yang telah memiliki masa kerja minimal 1 bulan secara terus-menerus. THR wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan. Baik pekerja tetap, kontrak, hingga harian lepas tetap memiliki hak atas THR sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rumus Penghitungan THR yang Tepat
Berikut adalah rumus penghitungan THR berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan:
- Jika masa kerja ≥1 tahun: THR = 1 bulan gaji penuh
- Jika masa kerja <1 tahun: THR = (masa kerja / 12) x 1 bulan gaji
Contoh: Seorang karyawan telah bekerja selama 6 bulan dengan gaji Rp5.000.000
THR = (6/12) x Rp5.000.000 = Rp2.500.000
Komponen Gaji dalam Penghitungan THR
Yang termasuk dalam gaji adalah upah pokok dan tunjangan tetap (jika ada). Bonus atau tunjangan tidak tetap seperti uang makan, transport, dan insentif tidak dihitung sebagai bagian dari komponen THR.
Kesalahan Umum dalam Penghitungan THR
Banyak perusahaan yang masih salah dalam mengartikan komponen gaji atau perhitungan masa kerja. Kesalahan ini bisa menyebabkan protes dari karyawan. Untuk itu, penting bagi bagian HR memiliki pengetahuan yang kuat terkait regulasi ketenagakerjaan.
Selain itu, beberapa perusahaan juga terlambat memberikan THR. Berdasarkan aturan, THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya.
Pentingnya Transparansi dalam Penghitungan THR
Komunikasi yang terbuka antara HR dan karyawan sangat membantu meminimalisir konflik. Pengumuman resmi dan slip THR yang transparan akan membangun rasa kepercayaan antara karyawan dan manajemen.
Pengetahuan Tambahan untuk HR dan Pengusaha
Untuk HR dan pengusaha, memiliki pengetahuan yang mendalam soal penghitungan THR bukan sekadar soal teknis, tapi juga soal menjaga hubungan industrial yang sehat. Ini bisa menjadi salah satu kunci menciptakan lingkungan kerja yang adil dan nyaman.
Kesimpulan
Penghitungan THR yang benar adalah bentuk penghargaan kepada karyawan. Selain memenuhi kewajiban hukum, pemberian THR yang tepat waktu dan sesuai hitungan akan meningkatkan semangat kerja dan loyalitas karyawan. Pastikan semua pihak yang terlibat memahami dasar hukum, rumus penghitungan, dan pentingnya komunikasi.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Pengetahuan
Baca juga artikel lainnya: Rekap Hutang Piutang: Strategi Cerdas Kelola Arus Kas



