Quick Commerce

Quick Commerce Model Bisnis Pengiriman Cepat 10 Menit

JAKARTA, adminca.sch.id – Quick commerce adalah model bisnis e-commerce yang menawarkan pengiriman barang dalam waktu sangat singkat, biasanya 10 hingga 30 menit setelah pemesanan. Konsep ini berbeda dari e-commerce konvensional yang membutuhkan waktu pengiriman satu hingga beberapa hari. Quick commerce menjawab kebutuhan konsumen modern yang menginginkan kepraktisan dan kecepatan dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Tren quick commerce berkembang pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pandemi COVID-19 mempercepat adopsi layanan ini karena masyarakat membutuhkan cara berbelanja yang aman tanpa harus keluar rumah. Kini quick commerce telah menjadi bagian dari gaya hidup urban, terutama di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas tinggi dan kesibukan yang padat.

Pengertian Quick Commerce dalam Dunia Bisnis

Quick Commerce

Memahami konsep quick commerce secara mendalam membantu pelaku bisnis dan konsumen memanfaatkannya dengan optimal.

Definisi Quick Commerce:

Quick commerce, sering disingkat q-commerce, adalah evolusi dari e-commerce yang mengutamakan kecepatan pengiriman sebagai nilai utama. Jika e-commerce tradisional fokus pada ketersediaan produk dan harga kompetitif, quick commerce menambahkan dimensi waktu sebagai faktor pembeda utama.

Karakteristik Quick Commerce:

Aspek Quick Commerce E-commerce Tradisional
Waktu kirim 10-30 menit 1-7 hari
Jangkauan Radius terbatas (3-5 km) Nasional/internasional
Produk Kebutuhan harian, groceries Semua kategori
Ukuran pesanan Kecil hingga sedang Bervariasi
Gudang Dark store lokal Warehouse terpusat
Armada Kurir motor dedicated Ekspedisi pihak ketiga

Istilah Terkait Quick Commerce:

  1. Instant Delivery: Pengiriman dalam hitungan menit
  2. On-demand Delivery: Pengiriman sesuai permintaan real-time
  3. Hyperlocal Delivery: Pengiriman dalam area sangat terbatas
  4. Dark Store: Gudang mini yang tidak melayani pelanggan langsung
  5. Micro-fulfillment Center: Pusat pemenuhan pesanan skala kecil

Sejarah dan Perkembangan Quick Commerce

Quick commerce memiliki perjalanan evolusi yang menarik dalam industri retail dan logistik.

Timeline Perkembangan Global:

Tahun Peristiwa
2013 Instacart (AS) mulai layanan same-day grocery delivery
2015 Gorillas dan Getir didirikan di Eropa
2017 Konsep dark store mulai populer
2020 Pandemi mempercepat adopsi quick commerce global
2021 Boom pendanaan startup quick commerce
2022 Konsolidasi dan fokus profitabilitas
2023-2024 Model bisnis semakin matang dan sustainable

Perkembangan Quick Commerce di Indonesia:

  1. Fase Awal (2015-2019):
    • HappyFresh dan Honestbee masuk Indonesia
    • Fokus pada grocery delivery same-day
    • Adopsi masih terbatas di kalangan tertentu
  2. Fase Pertumbuhan (2020-2021):
    • Pandemi mendorong lonjakan permintaan
    • Astro, Bananas, dan AlloFresh diluncurkan
    • Investasi besar mengalir ke sektor ini
  3. Fase Konsolidasi (2022-Sekarang):
    • Beberapa pemain merger atau tutup
    • Fokus pada unit economics yang sehat
    • Integrasi dengan ekosistem e-commerce besar

Cara Kerja Quick Commerce

Sistem quick commerce melibatkan berbagai komponen yang terintegrasi untuk memastikan kecepatan pengiriman.

Alur Proses Quick Commerce:

  1. Pemesanan:
    • Konsumen membuka aplikasi quick commerce
    • Memilih produk yang dibutuhkan
    • Melakukan pembayaran online
    • Pesanan masuk ke sistem
  2. Pemrosesan:
    • Sistem meneruskan pesanan ke dark store terdekat
    • Picker menyiapkan barang dalam hitungan menit
    • Quality check untuk memastikan kelengkapan
    • Barang dikemas dan siap kirim
  3. Pengiriman:
    • Kurir menerima notifikasi pesanan
    • Mengambil paket dari dark store
    • Mengantarkan ke alamat konsumen
    • Konfirmasi pengiriman di aplikasi
  4. Pasca Pengiriman:
    • Konsumen menerima barang
    • Memberikan rating dan review
    • Komplain jika ada masalah
    • Data dikumpulkan untuk analisis

Komponen Utama Ekosistem Quick Commerce:

  1. Aplikasi Mobile:
    • Interface pemesanan yang user-friendly
    • Real-time tracking pengiriman
    • Berbagai metode pembayaran
    • Fitur promo dan loyalty program
  2. Dark Store:
    • Gudang mini di lokasi strategis
    • Tidak melayani walk-in customer
    • Layout dioptimasi untuk picking cepat
    • Inventory management real-time
  3. Sistem Manajemen:
    • Order management system
    • Inventory tracking otomatis
    • Route optimization untuk kurir
    • Analytics dan reporting
  4. Armada Pengiriman:
    • Kurir motor dedicated
    • Training standar pelayanan
    • Perlengkapan pengiriman (tas thermal, dll)
    • Sistem insentif berbasis performa

Model Bisnis Quick Commerce

Pemahaman model bisnis membantu menganalisis keberlangsungan dan profitabilitas quick commerce.

Sumber Pendapatan:

  1. Margin Produk:
    • Selisih harga beli dan harga jual
    • Biasanya 15-30% untuk groceries
    • Lebih tinggi untuk produk private label
  2. Delivery Fee:
    • Biaya pengiriman per pesanan
    • Bervariasi Rp 5.000 – Rp 20.000
    • Bisa gratis dengan minimum order tertentu
  3. Platform Fee:
    • Biaya layanan per transaksi
    • Persentase dari nilai pesanan
    • Atau nominal tetap per order
  4. Advertising Revenue:
    • Brand placement di aplikasi
    • Sponsored product listing
    • Banner dan promo eksklusif
  5. Subscription/Membership:
    • Program berlangganan bulanan
    • Benefit: gratis ongkir, diskon eksklusif
    • Meningkatkan customer retention

Struktur Biaya Quick Commerce:

Komponen Persentase dari Revenue
Cost of goods sold 60-70%
Delivery cost 15-25%
Dark store operation 5-10%
Technology 3-5%
Marketing 5-15%
Overhead 3-5%

Tantangan Profitabilitas:

Quick commerce menghadapi tantangan mencapai profitabilitas karena:

  • Biaya pengiriman per order tinggi
  • Nilai rata-rata pesanan relatif kecil
  • Kompetisi harga dengan minimarket offline
  • Biaya akuisisi pelanggan mahal
  • Operational cost dark store

Contoh Quick Commerce di Indonesia

Beberapa pemain quick commerce yang beroperasi di Indonesia dengan karakteristik masing-masing.

1. Astro (by GoTo)

Profil:

  • Diluncurkan: 2021
  • Pemilik: GoTo Group (Gojek-Tokopedia)
  • Janji pengiriman: 15 menit
  • Area: Jabodetabek

Keunggulan:

  • Terintegrasi dengan ekosistem GoTo
  • Pembayaran via GoPay dan Tokopedia
  • Dark store di lokasi strategis
  • Produk groceries dan kebutuhan harian

2. Sayurbox

Profil:

  • Diluncurkan: 2016
  • Fokus: Fresh produce dan groceries
  • Janji pengiriman: Same-day dan scheduled
  • Area: Jabodetabek, Surabaya, Bandung

Keunggulan:

  • Kualitas produk segar terjamin
  • Sourcing langsung dari petani
  • Subscription box untuk langganan
  • Pilihan produk organik

3. Segari

Profil:

  • Diluncurkan: 2020
  • Fokus: Groceries dan fresh produce
  • Janji pengiriman: 45 menit – 2 jam
  • Area: Jakarta dan sekitarnya

Keunggulan:

  • Harga kompetitif
  • Produk segar berkualitas
  • Interface aplikasi sederhana
  • Program loyalty rewards

4. AlloFresh (by CT Corp)

Profil:

  • Diluncurkan: 2021
  • Pemilik: CT Corp (Transmart, Carrefour)
  • Janji pengiriman: 1-2 jam
  • Area: Kota-kota besar Indonesia

Keunggulan:

  • Leverage jaringan Transmart
  • Pilihan produk sangat lengkap
  • Integrasi dengan Allo Bank
  • Promo menarik dari ekosistem CT Corp

5. Blibli Groceries (Bliblimart)

Profil:

  • Bagian dari: Blibli.com
  • Fokus: Groceries dan kebutuhan harian
  • Janji pengiriman: 2 jam – same day
  • Area: Kota-kota besar Indonesia

Keunggulan:

  • Bagian dari ekosistem Blibli
  • Pilihan produk beragam
  • Program membership Blibli
  • Pembayaran fleksibel

Kategori Produk di Quick Commerce

Quick commerce fokus pada produk dengan karakteristik tertentu yang sesuai dengan model bisnisnya.

Kategori Utama:

  1. Groceries dan Bahan Makanan:
    • Sayur dan buah segar
    • Daging, ikan, dan seafood
    • Telur dan produk dairy
    • Bahan makanan kering
    • Bumbu dan rempah
  2. Makanan dan Minuman Siap Konsumsi:
    • Snack dan cemilan
    • Minuman kemasan
    • Makanan beku
    • Roti dan bakery
    • Es krim
  3. Kebutuhan Rumah Tangga:
    • Deterjen dan pembersih
    • Tissue dan tisu basah
    • Perlengkapan dapur
    • Kantong sampah
    • Alat kebersihan
  4. Personal Care:
    • Sabun dan shampoo
    • Pasta gigi dan sikat gigi
    • Skincare basic
    • Produk bayi
    • Pembalut dan popok
  5. Kebutuhan Darurat:
    • Obat-obatan OTC
    • P3K dan plester
    • Masker dan hand sanitizer
    • Alat kontrasepsi
    • Baterai dan lampu

Produk yang Kurang Cocok untuk Quick Commerce:

  • Elektronik dan gadget (butuh pertimbangan)
  • Fashion dan pakaian (perlu fitting)
  • Furnitur (ukuran besar)
  • Barang mewah (perlu keamanan ekstra)
  • Produk dengan lead time panjang

Keuntungan Quick Commerce bagi Konsumen

Layanan quick commerce menawarkan berbagai manfaat yang menjawab kebutuhan konsumen modern.

Manfaat Utama:

  1. Kecepatan dan Kepraktisan:
    • Tidak perlu keluar rumah
    • Hemat waktu dibanding belanja offline
    • Cocok untuk kebutuhan mendadak
    • Pengiriman dalam hitungan menit
  2. Kenyamanan:
    • Belanja kapan saja (banyak yang 24 jam)
    • Tidak perlu antre di kasir
    • Barang diantar sampai depan pintu
    • Tracking real-time
  3. Pilihan Produk:
    • Katalog produk lengkap
    • Perbandingan harga mudah
    • Informasi produk detail
    • Review dari pengguna lain
  4. Promo dan Hemat:
    • Diskon dan cashback rutin
    • Gratis ongkir dengan minimum order
    • Program loyalty dan membership
    • Flash sale dan promo musiman
  5. Keamanan:
    • Pembayaran non-tunai
    • Contactless delivery tersedia
    • Riwayat transaksi tercatat
    • Komplain mudah via aplikasi

Situasi di Mana Quick Commerce Sangat Berguna:

  • Lupa membeli bahan masakan
  • Kehabisan susu formula bayi malam hari
  • Butuh obat saat sakit mendadak
  • Kedatangan tamu dadakan
  • Malas keluar rumah saat hujan
  • Sibuk bekerja tidak sempat belanja

Keuntungan QuickCommerce bagi Pelaku Bisnis

Quick commerce juga membuka peluang bagi berbagai pihak dalam ekosistem bisnis.

Bagi Brand dan Supplier:

  1. Channel Distribusi Baru:
    • Menjangkau konsumen urban
    • Data penjualan real-time
    • Testing produk baru lebih cepat
    • Visibilitas brand di platform
  2. Marketing Opportunity:
    • Advertising di aplikasi
    • Promo kolaborasi dengan platform
    • Sampling produk baru
    • Data konsumen untuk insight

BagiUMKM:

  1. Akses Pasar:
    • Bergabung sebagai seller
    • Menjangkau area lebih luas
    • Tidak perlu buka toko fisik
    • Sistem pembayaran terintegrasi
  2. Efisiensi Operasional:
    • Fokus pada produksi
    • Pengiriman ditangani platform
    • Tidak perlu armada sendiri
    • Manajemen order otomatis

Bagi Kurir dan Mitra:

  1. Peluang Penghasilan:
    • Pendapatan dari pengiriman
    • Insentif berdasarkan performa
    • Fleksibilitas waktu kerja
    • Tidak perlu modal besar

Tantangan dan Risiko Quick Commerce

Industri quick commerce menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi.

Tantangan Operasional:

Tantangan Dampak Solusi
Biaya pengiriman tinggi Margin tertekan Optimasi rute, densifikasi order
Ketersediaan stok Stockout membuat pelanggan kecewa Demand forecasting, restock cepat
Kualitas produk segar Produk bisa rusak Cold chain, quality control ketat
Peak hour management Keterlambatan pengiriman Kurir tambahan, slot management
Cuaca buruk Pengiriman terganggu Komunikasi proaktif, kompensasi

Tantangan Bisnis:

  1. Kompetisi Ketat:
    • Banyak pemain di pasar
    • Perang harga dan promo
    • Sulit diferensiasi
    • Customer switching mudah
  2. Unit Economics:
    • Biaya akuisisi pelanggan tinggi
    • Average order value rendah
    • Profitabilitas sulit dicapai
    • Butuh skala besar
  3. Regulasi:
    • Perizinan dark store
    • Ketenagakerjaan kurir
    • Pajak dan retribusi
    • Standar keamanan pangan

Risiko bagi Konsumen:

  • Ketergantungan berlebihan
  • Impulse buying meningkat
  • Produk tidak sesuai ekspektasi
  • Data privasi

Masa Depan QuickCommerce di Indonesia

Tren dan prediksi perkembangan quick commerce ke depan.

Tren yang Berkembang:

  1. Konsolidasi Industri:
    • Merger dan akuisisi antar pemain
    • Yang kuat semakin dominan
    • Pemain kecil sulit bertahan
    • Ekosistem terintegrasi
  2. Ekspansi ke Kota Tier 2:
    • Tidak hanya Jabodetabek
    • Surabaya, Bandung, Medan, dll
    • Adaptasi model bisnis lokal
    • Kerjasama dengan mitra lokal
  3. Diversifikasi Layanan:
    • Bukan hanya groceries
    • Farmasi dan kesehatan
    • Pet supplies
    • Office supplies
  4. Teknologi Canggih:
    • AI untuk demand forecasting
    • Autonomous delivery (drone, robot)
    • Personalisasi rekomendasi
    • Voice ordering
  5. Sustainability:
    • Kemasan ramah lingkungan
    • Armada listrik
    • Pengurangan food waste
    • Carbon footprint tracking

Prediksi Perkembangan:

Aspek 2024 2027 (Prediksi)
Pasar Indonesia $1-2 miliar $5-7 miliar
Pemain utama 5-7 2-3 (konsolidasi)
Waktu kirim rata-rata 15-30 menit 10-15 menit
Kota yang dilayani 5-10 20-30
Adopsi konsumen 10-15% urban 30-40% urban

Tips Memaksimalkan Quick Commerce sebagai Konsumen

Strategi untuk mendapatkan manfaat optimal dari layanan quick commerce.

Tips Hemat:

  1. Manfaatkan Promo:
    • Cek promo harian dan mingguan
    • Gunakan kode voucher
    • Ikuti program cashback
    • Beli saat flash sale
  2. Optimalkan Minimum Order:
    • Gabungkan kebutuhan untuk capai free ongkir
    • Beli bersama tetangga atau teman
    • Stok barang non-perishable
  3. Bandingkan Harga:
    • Cek di beberapa aplikasi
    • Bandingkan dengan harga offline
    • Perhatikan harga per unit
  4. Gunakan Membership:
    • Evaluasi apakah worth it
    • Hitung penghematan per bulan
    • Manfaatkan benefit maksimal

Tips Pengalaman Terbaik:

  1. Alamat yang Jelas:
    • Pin lokasi akurat di peta
    • Tambahkan patokan
    • Sertakan nomor telepon aktif
  2. Waktu Pemesanan:
    • Hindari peak hour jika tidak urgent
    • Order lebih awal untuk acara penting
    • Cek estimasi waktu sebelum order
  3. Komunikasi dengan Kurir:
    • Responsif saat dihubungi
    • Berikan instruksi jelas
    • Beri tip jika pelayanan baik

Kesimpulan Pemahaman QuickCommerce

Quick commerce telah mengubah cara masyarakat urban berbelanja kebutuhan sehari-hari. Dengan janji pengiriman dalam hitungan menit, layanan ini menjawab kebutuhan konsumen modern akan kecepatan dan kepraktisan. Meski menghadapi tantangan profitabilitas, industri ini terus berkembang dengan konsolidasi dan inovasi model bisnis yang lebih sustainable.

Bagi konsumen, quick commerce menawarkan kemudahan luar biasa namun perlu bijak dalam penggunaannya. Bagi pelaku bisnis, ini adalah peluang sekaligus tantangan untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Quick commerce bukan sekadar tren sesaat, melainkan evolusi natural dari industri retail yang akan terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang:  Pengetahuan

Baca juga artikel lainnya: Biaya Umum dan Administrasi: Panduan Lengkap Bisnis

Author